Headlines News :
Home » » ketua rt tak menyangka devid anggota teroris

ketua rt tak menyangka devid anggota teroris

Written By Anil Kapur on Sabtu, 18 Mei 2013 | 17.39

SOLO: Devid Annugrah (35), terduga teroris ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Solo, pada Kamis 16 Mei 2013. Belakangan diketahui, Devid ternyata menghuni sebuah rumah kontrakan di Gedongan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua RT 03 RW 10, Sudrajat mengaku kaget mendengar seorang teroris ternyata merupakan salah satu warganya. "Saya tidak menduga jika Devid yang ditangkap oleh Densus 88 itu warga yang kontrak rumah di daerah kami," kata Sudrajat, di Solo, Sabtu (18/5)

Menurutnya, Devid telah cukup lama menempati rumah kontrakan di Gedongan itu, yaitu selama 2 tahun. Para warga mengebal pria yang ditangkap Densus 88 tersebut sebagai pribadi yang biasa-biasa saja, bahkan sering menyapa warga lain apabila melintas di kampung.

Tetapi diakui Sudrajat, Devid juga terkesan tertutup. Sebab, ia tidak pernah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan warga sekitar dan hanya terlihat jika hendak pergi ke masjid setempat. Devid, tambahnya, memiliki ciri-ciri badan tinggi, banyak gambar tato, dan rambutnya gondrong. Dari data RT, Devid memiliki istri bernama Mia Kristanti (27), dan mempunyai 2 anak.

"Saya sempat monitor Devid. Saya terakhir ketemu dia, 3 hari sebelum terjadi penangkapan oleh Densus. Saya tidak menyangka jika Devid ini, yang ditangkap oleh Densus. Namun, sejak penangkapan itu, rumah Devid sepi, pintunya selalu ditutup, kemungkinan kosong ditinggal penghuninya," kata Sudrajat.

Sementara itu, pasukan Densus 88 Antiteror juga melakukan penangkapan terhadap terduga teroris Ibrahim Sungkar (35) warga Losari RT 05 RW 03 Semanggi Solo, dan Devid Annugrah warga Gedongan RT 03 RW 10 Colomadu, di kawasan Semanggi Solo, pada hari yang sama dengan penangkapan Devid.

"Ibrahim Sungkar ditangkap oleh Densus 88, saat mengantarkan putrinya yang berusia 6 tahun ke sekolah TK di Pasar Kliwon Solo," ujar ketua Humas Laskar Umat Islam Surakarta, Endro Sudarsono.

Setelah mengantarkan anaknya, Ibrahim menuju tempat saudaranya di daerah Serengan dengan ditemani istrinya Nur Rohmah dan putri kedua NZ (3). Menurut dia, Ibrahim ketika dalam perjalanan pulang, dari arah selatan sekitar pukul 07.00 WIB. Setibanya di perempatan Pasar Kliwon atau lampu rambu lalu lintas saat menyala Merah, ia didatangi 4 orang berpakaian preman.

Ibrahim kemudian dibawa ke sebuah mobil Avanza hitam yang berjarak sekitar 10 meter di belakang sepeda motornya. Istri Ibrahim dan anaknya melanjutkan perjalanan pulang ke rumah di Sembanggi. Densus lalu melakukan penggeledahan ke rumah Ibrahim. Anies Prijo Anshorie dari Tim Pembela Muslim (TPM) Jateng dan LUIS mendampingi istri Ibrahim saat penggeledahan dan penyitaaan di rumahnya

lihat juga berita kriminal lain nya :
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Zuri News - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template